Showing posts with label Pendidikan Agama Islam. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Agama Islam. Show all posts

Monday, 19 September 2016

Iman Kepada Malaikat

Iman Kepada Malaikat

A. Pengertian Iman Kepada Malaikat
Iman kepada malaikat ialah percaya dan yakin bahwa malaikat adalah makhluk dan hamba Allah yang ghaib. Sebagai makhluk ghaib, hakikat malaikat tidak dapat dicapai oleh panca indera manusia, bahkan tidak dapat dijangkau oleh akal. Namun demikian, bagi seorang mukmin harus mempercayai keberadaanya.

Malaikat diciptakan dari nur atau cahaya, ia selalu patuh dan tidak pernah menentang segala perintah Allah SWT. Adapun jumlah malaikat seluruhnya, tidak ada yang dapat mengetahui kecuali Allah SWT.
Firman Allah SWT QS. Al Mudatsir 31, Artinya
"Dan tidak mengetahui tentara Tuhanmu (malaikat) kecuali Dia (Allah)".


B. Sifat-Sifat Malaikat
Malaikat-malaikat Allah mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
  1. Selalu taat dan patuh pada perintah Allah
  2. Selalu bertasbih
  3. Dapat berubah dalam bentuk apa saja
  4. Tidak berjenis kelamin
  5. Memintakan ampunan kepada orang yang beriman
  6. Tidak bernafsu, tidak makan dan minum
  7. Selalu bershalawat atas Nabi

C. Perbedaan Malaikat dengan Makhluk Ghaib Lainnya
Di samping malaikat, terdapat pula makhluk ghaib lainnya seperti jin, iblis dan setan.
Firman Allah SWT QS. Ar-Rahman 15, Artinya
"Allah telah menjadikan jin dari api yang murni bersih dari asap"

(*) Perbedaan malaikat dengan makhluk lainnya yang ghaib antara lain:
  1. Dilihat dari asal kejadiannya, malaikat diciptakan oleh nur atau cahaya. Sedangkan jin, iblis dan setan diciptakan dari nar atau nyala api.
  2. Malaikat mempunyai sifat dan tabiat yang selalu berbakti kepada Allah secara sempurna. Sifat dan tabiat jin yaitu ada jin yang beriman dan ada jin yang ingkar kepada Allah atau kafir.
  3. Iblis dan setan senantiasa menggoda manusia untuk berbuat maksiat, mengajak manusia supaya ingkar kepada Allah SWT, sedangkat malaikat tidak

D. Fungsi Beriman Kepada Malaikat
Hikmah yang dapat diperoleh dari beriman kepada malaikat adalah:
  1. Dapat meniru, mencontoh dan mengikuti sifat-sifat malaikat yang selalu taat dan patuh pada perintah Allah.
  2. Dapat membimbing manusia, sehingga dapat terhindar dari kepercayaan-kepercayaan yang bersifat tahayul dan khurafat
  3. Dengan mengikuti sifat-sifat malaikat, maka manusia akan menjadi tenang karena jiwanya akan terhindar dari kesalahan
  4. Mengingatkan kepada manusia bahwa Allah tidak hanya menciptakan jin dan manusia saja, tetapi juga malaikat.
====================
Sumber:
Modul Pendidikan Agama Islam, SLTP


Read More : Iman Kepada Malaikat

Tuesday, 24 May 2016

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

A. Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah
Iman kepada kitab-kitab Allah adalah percaya dan meyakini keberadaan kitab-kitab suci yang diwajibkan kepada para nabi dan rasul-Nya agar menjadi pedoman hidup manusia guna mencapai keselamatan dunia dan akhirat.

Pengertian kitab ialah kumpulan wahyu yang diturunkan olah Allah SWT kepada rasul-Nya melalui perantaraan malaikat jibril.

Iman kepada kitab Allah adalah meyakini bahwa Allah SWT menurunkan kitab suci kepada utusan-Nya sejak Nabi Adam as sampai dengan Nabi Muhammad SAW penutup nabi dan rasul.

Wahyu-wahyu Allah mengandung perintah, larangan, janji dan ancaman. Oleh karena itu wahyu Allah merupakan pedoman dalam mencapai kebahagiaan hidup baik didunia maupun di akhirat.

Firman Allah dalam surat Al-Baqarah: 213
Artinya: Manusia adalah umat yang satu, lalu Allah mengutus nabi pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan Allah menurunkan bersama mereka kitab dengan benar supaya dapat memberi keputusan bagi manusia dalam perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang-orang yang telah didatangkakn kepada mereka kitab, setelah datang kepada mereka keterangan yang nyata karena dengki di antara mereka. Maka Allah memberi mereka petunjuk kepada orang-orang yang beriman dalam perkara yang mereka perselisihkan itu kejalan yang benar dengan izin-Nya. dan Allah memberi petunjuk orang-orang yang dikehendaki-Nya kejalan yang lurus.

Wahyu Allah yang dibukukan disebut kitab suci, seperti Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Sedangkan wahyu Allah yang tidak dibukukan disebut shuhuf, seperti shuhuf Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as. Bagi umat Islam wahyu Allah yang menjadi pedoman hidupnya adalah Al-Quran dan Al-Hadits

Beberapa kitab suci yang diturunkan oleh Allah, yaitu:
1. Zabur
  • Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud as, dengan menggunakan bahasa Qibtu. Kitab Zabur yang berisi nyanyian yang memuji kebesaran dan keagungan Allah SWT, sebagai pencipta serta mengajarkan kepada manusia supaya memeluk agama tauhid.
2. Taurat
  • Wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa as, dengan menggunakan bahasa ibrani. Kitab Taurat yang mengajarkan kepada Bani Israil bahwa Allah itu satu tidak ada Tuhan selain Dia. Ajaran kitab Taurat lebih dikenal dengan sebutan sepuluh firman Allah, karena Taurat mengandung sepuluh hukum yang harus dilaksanakan oleh Bani Israil (Kaum Nabi Musa as)
3. Injil
  • Kitab Injil adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Isa as, putra maryam. Kitab Injil menggunakan bahasa Suryani, isi kandungan kitab Injil menegaskan bahwa Allah Maha Esa, tidak ada Tuhan kecuali Allah. Memberi kabar gembira kepada umat manusia kelak akan datang utusan Allah yang terakhir, yaitu Muhammad seorang penyempurna ajaran dan kitab terdahulu.
4. Al-Qur'an
  • Firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW secara mutawatir. Al-Qur'an diturunkan dengan menggunakan bahasa Arab. Akan tetapi Al-Qur'an merupakan rahmat bagi seluruh alam bukan hanya untuk bangsa Arab.

B. Kitab dan Shuhuf
Pengertian kitab ialah wahyu atau firman Allah yang diturunkan kepada Nabi atau Rasul secara lengkap ditulis dalam kesatuan (kitab), sedangkan pengertian shuhuf ialah lembaran-lembaran yang terdiri atas tulisan firman Allah yang masih terpisah-pisah.

Didalam Al-Qur'an dijelaskan pada surat Al-A'la: 18-19
Artinya: Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Dalam ayat ini memang tidak dibedakan antara kitab dan shuhuf, tetapi Muhammad Rasulullah membedakan dengan menyuruh sahabatnya untuk menuliskan ayat pada pelepah kurma, kulit atau tulang hewan. lembaran pelepah kurma, kulit dan tulang hewan yang terpisah inilah yang dimaksud shuhuf.

Para Nabi yang menerima shuhuf adalah sebagai berikut:
  1. Nabi Adam as menerima 10 Shuhuf
  2. Nabi Ibrahim as menerima 30 Shuhuf
  3. Nabi Syits menerima 50 Shuhuf
  4. Nabi Musa as menerima 10 Shuhuf

C. Fungsi Iman Kepada Kitab-Kitab Allah
Fungsi iman kepada kitab-kitab Allah SWT antara lain sebagai berikut:
  1. Dapat menjadi pedoman hidup yang paling sempurna
  2. Kitab Allah sebagai petunjuk bagi manusia
  3. Kitab yang bisa menentramkan hati
  4. Pedoman hidup yang mutlak kebenarannya

====================
Sumber:
Modul Pendidikan Agama Islam, Kls 1 SLTP Tahun 2003 (Semester Genap)
Read More : Iman Kepada Kitab-Kitab Allah

Sunday, 15 May 2016

Iman Kepada Allah SWT

Iman Kepada Allah SWT

A. Pengertian Iman Kepada Allah
Iman kepada Allah SWT termasuk rukun iman yang pertama dimana setiap muslim wajib mempercayainya. Allah SWT adalah pencipta langit dan bumi dan segala isinya, semuanya disediakan untuk makhluknya terutama manusia. Iman adalah mengakui dalam hati mengucapkan dengan lesan dan mengamalkan dengan perbuatan.
Semua sifat-sifat Allah itu ada pada-Nya dan selalu Maha Sempurna. Sifat-sifat yang harus ada pada Allah disebut sifat wajib Allah.

B. Sifat Wajib bagi Allah dan Mustahil bagi-nya
Sifat wajib bagi Allah, yaitu:
  1. Wujud (ada)
  2. Qidam (dahulu)
  3. Baqa (kekal)
  4. Mukhalafatu lil hawaditsi (berbeda dengan yang baru)
  5. Qiyamuhu binafsihi (berdiri sendiri)
  6. Wahdaniyah (Maha Esa)
  7. Qodrat (Maha Kuasa)
  8. Iradat (Maha Berkehendak)
  9. Ilmu (Maha Mengetahui)
  10. Hayat (Maha Hidup)
  11. Sama' (Maha mendengar)
  12. Bashar (Maha Melihat)
  13. Kalam (Maha Berfirman)
  14. Kaunuhu qaadiran (Keadaan-Nya yang berkuasa)
  15. Kaunuhu muriidan (Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan)
  16. Kaunuhu 'aliman (Keadaan-Nya yang mengetahui)
  17. Kaunuhu hayyan (Keadaan-Nya yang hidup)
  18. Kaunuhu sami'an (Keadaan-Nya yang mendengar)
  19. Kaunuhu bashiiran (Keadaan-Nya yang melihat)
  20. Kaunuhu mutakalliman (Keadaan-Nya yang berbicara)
Sifat mustahil bagi Allah, yaitu:
  1. Adam (tidak ada)
  2. Huduts (baru)
  3. Fana (rusak)
  4. Mumatsalatu lil hawaditsi (sama dengan yang baru)
  5. Muhtaajun ilaa ghairihi (memerlukan yang lain)
  6. Ta'addud (terbilang)
  7. 'Ajzun (Lemah)
  8. Karahah (terpaksa)
  9. Jahlun (bodoh)
  10. Mautun (mati)
  11. Shumum (tuli)
  12. 'umyun (buta)
  13. Bukmun (bisu)
  14. Kaunuhu ajizan (Keadaan-Nya yang lemah)
  15. Kaunuhu mukrahan (Keadaan-Nya yang tidak menentukan (terpaksa))
  16. Kaunuhu jahilan (Keadaan-Nya yang bodoh)
  17. Kaunuhu mayitan (Keadaan-Nya yang mati)
  18. Kaunuhu ashamma (Keadaan-Nya yang tuli)
  19. Kaunuhu a'maa (Keadaan-Nya yang buta)
  20. Kaunuhu abkam (Keadaan-Nya yang bisu)
C. Asmaul Husna
Allah mempunyai sifat jaiz artinya sifat yang boleh ada pada-Nya dan boleh tidak ada pada-Nya. Selain itu Allah SWT juga mempunyai nama-nama lain yang disebut "Asmaul Husna" dimana asmaul husna itu ada 99, diantaranya:
  1. Al Khaliq (Maha Pencipta)
  2. Ar Rahim (Maha Penyayang)
  3. Al Hadi (Maha Pemberi Petunjuk)
  4. Al Qayyum (Maha Berdiri Sendiri)

====================
Sumber:
Modul Pendidikan Agama Islam, Kls 1 SLTP Tahun 2003 (Semester Ganjil)
Read More : Iman Kepada Allah SWT

  © Ratna-Always For You The Transformers by Blog Tips And Trick 2009